Ini adalah buku pertama yang saya (Teguh Priyanto) tulis untuk mendokumentasikan pengalaman empirik setelah kurang lebih 6 (enam) tahun mendampingi Ust. Winarno dalam menyelenggarakan Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat (PKRR) di Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.GERAGOGY Learning 60+
Teguh Priyanto, Januari 2024
PKRR adalah sebuah model original/asli suatu unit lembaga pelayanan sosial bagi kaum lanjut usia (Lansia) mulai pada usia 60 (enam puluh) tahun, yang kami kembangkan secara mandiri dengan memperhatikan 3 (tiga) ranah kebutuhan dasar Lansia, yaitu; Olah Rogo, Olah Jiwo, dan Olah Roso (ROJIRO) dalam manajemen profesional Pesantren.
Tentu saja, satu hal yang harus dimaklumi bahwa ini bukan pesantren sebagaimana umumnya yang melahirkan santri/lulusan untuk; menjadi da'i/da'iyah, qori'/qori'ah, hafidz/hafidah, mubaligh/mubalighoh, atau melanjutkan pendidikan kegamaan ke Timur Tengah, tidak. Wadah kelembagaan berbentuj pesantren sengaja dipilih untuk menekankan aspek-aspek; kekerabatan dan kekeluargaan, spiritualitas dan amaliah 'ubudiyah, serta eksistensi dalam menjaga kemurnian ilmu/tarbiyah ditengah-tengah dinamika perubahan masyarakat yang heterogen. PKRR bukan pula seperti berbagai jenis unit layanan sosial lansia, seperti; Panti Jompo, Panti Wredha, rumah singgah Lansia, dan bentuk-bentuk lainnya, yang pada umumnya mirip sebagai sebuah penampungan bagi Lansia yang sudah dianggap kurang penting keberadaannya dan hanya menunggu ajal menjemput.
Kata Geragogy berasal dari bahasa Yunani, yaitu gabungan dari 2 (dua) kata;